Y
Yusran Pauwah

Baca Artikel

Kembali ke Beranda
Urban

Arsitektur Kota Kampung Arab Manado

Kampung Arab Manado berada di Kelurahan Istiqlal Kecamatan Wenang, ditinggali oleh masyarakat yang heterogen. Kampung Arab adalah sebuah kampung yang ...

Yusran Pauwah
Yusran PauwahVerified Creator
3 min read16 Februari 2017
Kajian Publik
Arsitektur Kota Kampung Arab Manado

Dokumentasi Kegiatan dan Gagasan Yusran Pauwah, DPRD Provinsi Maluku Utara.

Kampung Arab Manado berada di Kelurahan Istiqlal Kecamatan Wenang, ditinggali oleh masyarakat yang heterogen. Kampung Arab adalah sebuah kampung yang pada sebagian wilayahnya banyak di tinggali oleh komunitas etnis Arab. Pada kenyataannya memang tidak seluruh masyarakat yang tinggal di Kampung Arab Manado adalah etnis keturunan Arab, melainkan dari berbagai etnis dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Dimana karakteristik kebudayaan suatu etnis bisa mempengaruhi cara hidup satu kelompok, Herskovist (dalam Setadi dan Kolip, 2010). Hal ini sangat berpengaruh terhadap aktifitas keseharian mereka, terutama aktifitas yang berlangsung di permukiman Kampung Arab itu sendiri. Karena merupakan domain yang mewakili kebudayaan suatu etnis pada sebuah kawasan permukiman.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kampung Arab Manado dengan berbagai kegiatan aktivitas di dalamnya yang semakin hari semakin meningkat. Mengakibatkan permukiman Kampung Arab mulai tergeser kerarah modernisasi secara perlahan-lahan atau dipaksa untuk merubah fungsinya, apakah itu bangunan-bangunan tuanya, bangunan yang tidak terpakai, bahkan ruang luarnya. Perubahan fungsi kawasan, keterkaiatanya dengan perubahan fungsi lahan dan bangunan; baik fisik, kepadatan bangunan, facade atau wajah bagunan dan struktur ruangnya. Akibat dari perubahan pada ruang permukiman Kampung Arab dan beragam aktivitas didalamnya, kini masyarakat yang ada di dalam Kampung Arab Manado, baik yang berdomisili dan pengunjung sudah tidak mempedulikan atau mulai kehilangan mental terhadap permukiman Kampung Arab Manado. Padahal makna dari suatu ruang permukiman, bukan hanya diciptakan sebagai sebuah tempat, melainkan memberikan jiwa dan menghidupkan existensi dari ruang itu sendiri. Seperti yang diketahui kawasan permukiman Kampung Arab Manado adalah salah satu dari berbagai ‘kawasan Tua’ yang dimiliki oleh kota Manado yang patut dipertahankan.

Dalam Arsitektur Kota, makna ruang merupakan elemen yang fundamental karena ide dari segala bentuk dilingkungannya, membantu menjelaskan suatu ruang masih terlihat hidup atau terkesan hancur (mati), oleh masyarakat yang ada di dalamnya. Pada kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari etnis keturuan Arab Manado masih memegang teguh norma-norma warisan leluhur yang berdasar pada norma-norma Islam. Sejalan dengan ungkapan Amos Rapoprt (1996), bahwa aspek-aspek norma, kultur, psikologi masyarakat yang berbeda akan menghasilkan konsep dan wujud ruang yang berbeda pula. Untuk dapat mempertahankan permukiman Kampung Arab Manado yang berujud identitas, seharusnya masyarakat etnis keturunan Arab dalam mewujudkan permukiman, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kebutuhannya dan diikuti  dengan perkembangan zaman.

Pola ruang kota Kampung Arab Manado cenderung:

  • Organik mengikuti perkembangan sosial komunitas
  • Jalan sempit (gang) yang menciptakan interaksi sosial tinggi
  • Berorientasi pada akses perdagangan dan pelabuhan
  • Kedekatan spasial antara fungsi hunian dan ekonomi

Konsep ini mirip dengan:

  • kampung pesisir tradisional
  • permukiman diaspora pedagang Arab di Nusantara

Masjid menjadi elemen utama struktur kota:

  • pusat kegiatan sosial dan pendidikan agama
  • orientasi spasial permukiman
  • simbol identitas komunitas

Keberadaan masjid memperkuat konsep: religious-based urban settlement

Secara teori Perencanaan Wilayah dan Kota, Kampung Arab Manado menunjukkan:

  • urban heritage landscape
  • cultural based settlement
  • mixed-use traditional urban form
  • social cohesion spatial structure

Kawasan ini penting sebagai:

  • identitas sejarah kota Manado
  • bukti interaksi perdagangan internasional masa lalu
  • aset pengembangan wisata budaya

PUSTAKA
Setadi, E.M. dan Kolip, U., 2010, Pengantar Sosiologi. Pemahaman Fakta dan
Gejala Permasalahan Soisal : Teori, Aplikasi, dan Pemecahan. Kencana
Prenademedia Grub. Bandung
Rapoprt, A., 1996, Human Aspects Of Urban Form. Pergamon Press. Oxford.
Tags:#Urban

Recommended Topics / Jelajahi Kategori Real

Bagikan Tulisan Ini :

Kolom Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kirim Komentar Anda